Search for:
Mengapa IT Service Management Penting?
Daftar Isi

Apa Itu ITSM?

Mengapa ITSM Penting?

Proses ITSM

ITSM, ITIL, dan DevOps

ITSM

ITIL

DevOps

Memahami IT Service Management (ITSM) menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas layanan teknologi informasi dalam organisasi atau perusahaan

Pernahkah kamu mencari informasi yang berkaitan dengan pelayanan teknologi informasi? Jangan kaget jika IT Service Management (ITSM) adalah istilah yang kerap kali kamu temui.

Tapi sudahkah kamu memahami apa yang dimaksud dengannya? Dirangkum dari pelatihan ITSM, yang diselenggarakan secara daring oleh MSI Institute, pada 15-16 Februari 2023, inilah informasi singkat tentang ITSM.

Bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan ini adalah Dr. Dede Mulyana selaku CEO Mitratex Konsultan dan Founder ESTIM Software. Beliau memiliki bidang keahlian antara lain IT Governance, IT Strategic Management, IT Service Management, IT Assurance & Audit, Project Management, dan IT Enterprise Architecture.

Redaksi It Works memperkaya liputan tentang ITSM ini dengan mengolah informasi dari berbagai sumber.

Apa Itu ITSM?

“IT Service Management (ITSM) adalah sebuah pendekatan dalam pengelolaan IT berbasis layanan. ITSM mengelola teknologi informasi dengan memastikan ketiga aspek People, Process, dan Technology mampu memberikan nilai kepada bisnis,” jelas Dr. Dede Mulyana.

“Framework dan standar yang menjadi acuannya adalah ISO 20001 dan IT Infrastructure Library. Kedua framework pengelolaan layanan IT tersebut banyak diadopsi perusahaan dan organisasi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia,” ia menambahkan.

Secara sederhana, IT Service Management atau yang biasa disingkat dengan ITSM adalah sebuah usaha dari tim IT untuk memberikan layanan IT dengan memprioritaskan pelanggan.

Tim IT yang dimaksud biasanya gabungan dari orang-orang yang bertanggung jawab atas desain, penciptaan produk, dan lain-lain.

Dalam bahasa Indonesia, ITSM juga bisa disebut manajemen layanan teknologi informasi.

Layanan IT ini bisa diberikan kepada pelanggan. Akan tetapi, ITSM juga bisa diimplementasikan di dalam perusahaan.

Metode ITSM dapat digunakan dalam layanan pengadaan hardware, software, dan lain-lain.

Dengan memprioritaskan kepada siapa tim IT memberikan layanan, perusahaan tentu akan diuntungkan karena fokus pada customer dan ekspektasi mereka.

ITSM muncul karena sebuah pandangan bahwa teknologi informasi merupakan hal yang sangat berkaitan dengan layanan.

Lantas, apa pentingnya pandangan ini, dan mengapa ITSM bisa menjadi solusinya?

Ilustrasi ITSM
Mengapa ITSM Penting?

Menerapkan metode ini bisa membuat perusahaan memiliki lebih banyak keuntungan. Berbagai alasan mengapa ITSM penting adalah:

  • menyelaraskan tim IT dengan prioritas bisnis
  • menempatkan pelanggan sebagai pengguna di tempat nomor satu
  • memungkinkan kolaborasi di antara berbagai departemen
  • dapat melakukan koordinasi dengan lebih efektif dan efisien
  • meningkatkan kecepatan layanan apabila terjadi masalah IT
Proses ITSM

IT Service Management atau ITSM adalah sebuah proses dengan komponen.

Secara umum, berbagai manajemen yang dilakukan dalam proses ini di antaranya:

  • manajemen masalah, untuk melihat akar penyebab suatu masalah
  • manajemen aset, untuk melihat aset IT yang dimiliki perusahaan atau pelanggan
  • manajemen perubahan, memastikan apakah prosedur yang dilakukan sudah efektif dan efisien, atau masih butuh berbagai penyesuaian agar bisa menjadi lebih baik
  • manajemen insiden, untuk menanggapi dan bersiap-siap apabila terjadi suatu masalah IT
  • manajemen finansial, membuat pelayanan yang biayanya seefisien mungkin
  • dan lain-lain
ITSM, ITIL, dan DevOps

Dalam dunia IT, hal yang serupa tapi tak sama dengan IT service management adalah ITIL dan DevOps.

Memang, ketiganya memiliki berbagai kesamaan. Akan tetapi, perbedaan di antara mereka juga cukup jelas. Agar kita semakin memahaminya, berikut penjelasannya satu per satu.

ITSM

ITSM adalah proses atau usaha dari tim IT untuk memberikan layanan IT.

ITIL

ITIL merupakan singkatan dari IT Infrastructure Library. ITIL merupakan salah satu metode pendekatan ITSM. ITIL merupakan suatu cara, sementara ITSM adalah tujuannya. Sering kali, ITIL dipandang sebagai aturan atau aturan baku untuk ITSM. Padahal, ITIL hanyalah panduan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks yang terjadi dalam tim IT.

DevOps

DevOps memiliki penekanan membuat proses penciptaan produk yang secepat mungkin melalui kolaborasi.

Sering kali, dikatakan ITSM memprioritaskan kualitas, sementara DevOps mendahulukan kecepatan.

Padahal, keduanya dibutuhkan dan bisa saling menopang tim IT. DevOps dan ITSM sama-sama menginginkan kolaborasi dalam tim IT.

Akhirnya, memahami ITSM menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas layanan teknologi informasi dalam organisasi atau perusahaan.

Baca: MSI Institute Akan Gelar Pelatihan IT Service Management

Sumber: Mengapa IT Service Management Penting?

ITIL Guiding Principal

ITIL Guiding Principle adalah rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai panduan bagi organisasi dalam pengelolaan layanan di semua situasi dan kondisi, termasuk jika ada perubahan tujuan, strategi atau struktur organisasi. Karena, Guding Principle bersifat universal dan berlaku dalam jangka panjang.

Sehingga, organisasi yang akan menerapkan ITIL, dan biasanya tidak tahu harus mulai dari mana, sebaiknya membaca dan memahami ITIL Guiding Principle berikut ini.

1.Focus on Value

Semua yang dilakukan organisasi, termasuk pengelolaan layanan dan IT, harus diselaraskan dengan value atau nilai bagi para stakeholder. Contohnya adalah, bagaimana implementasi ITIL mampu meningkatkan pengalaman pengguna dan customer saat menggunakan layanan IT.

2.Start where you are

Tidak perlu memulai implementasi ITIL dari Nol. Proses dan cara kerja yang sekarang berjalan bisa menjadi awal dari implementasi ITIL dan diperbaiki atau dikembangkan sesuai dengan praktik-praktik yang bisa di jadikan referensi dalam ITIL, termasuk sumber daya manusia untuk menciptakan outcome dari implementasi framework ini.

3.Progress iteratively with feedback

Jangan melakukan implementasi seluruh praktik dalam ITIL sekaligus, mulailah dengan praktik-praktik yang memberikan dampak yang signifikan, lalu lakukan bertahap. Kelompokan praktik-praktik yang memiliki keterhubungan yang erat, sehingga lebih mudah mengimplementasikannya.

4.Collaborate and promote visibility

Bekerjasama dengan semua unit, dan fokus pada beberapa praktik yang bisa meningkatkan komitmen dari stakeholder. Pastikan obyektif implementasi jelas, jangan ada agenda terselubung dalam implementasi ITIL.

5.Think and work holistically

Tidak akan berhasil, jika layanan dan semua elemen pendukungnya berkerja sendiri-sendiri, karena layanan dan semua elemen pendukungnya harus bekerja bersama-sama untuk mencapai obyektif dan outcome yang ingin dicapai. Hasil dari implementasi harus dirasakan baik customer internal maupun eksternal, oleh karena itu harus dipastikan semua elemen secara dinamis terintegrasi, seperti teknologi, organisasi, sdm, praktik, partner, kesepakatan kerjasama, dan semua harus terkordinir sehingga mampu memberikan value atau value bagi stakeholder.

6.Keep it simple and practical

Jika proses, layanan, aktivitas atau ukuran yang digunakan gagal memberikan hasil, maka jangan digunakan lagi dan tinggalkan. Dalam penyusunan prosedur, pastikan aktivitas atau langkah-langkahnya minimal

7.Optimize and automate

Semua sumber daya, terutama SDM sebaiknya menggunakan cara-cara yang bisa memberikan dampak yang maksimal terhadap pencapaian outcome. Hilangkah tahapan yang tidak memberikan dampak, gunakan teknologi untuk otomasi dan optimasi praktik yang dijalankan, intervensi terhadap proses hanya boleh dilakukan jika ada kontribusi terhadap hasil yang dicapai.