ITIL di Slide vs ITIL di Dunia Nyata
Satu Terlihat Sempurna. Satu Lagi Penuh Drama.
Di Slide Presentasi… Semua Terlihat Indah
Di ruang meeting atau training:
- Diagram rapi
- Proses jelas
- Flow terstruktur
- Role & responsibility terdefinisi
Semua terlihat:
logis, sistematis, dan terkendali
Kalau dilihat di slide…
ITIL terlihat seperti “mesin” yang sempurna.
Tapi Begitu Masuk ke Dunia Nyata… Ceritanya Berubah
Di lapangan:
- Incident datang bersamaan
- Tidak jelas siapa yang memimpin
- Eskalasi lompat jalur
- Chat penuh, tapi tidak ada keputusan
- Semua sibuk… tapi tidak sinkron
Dan yang paling sering terjadi:
Proses yang di slide… tidak benar-benar dijalankan.
Kenapa Gap Ini Selalu Terjadi?
Karena banyak organisasi berhenti di:
memahami ITIL… tanpa benar-benar mengoperasikannya
Perbedaan Nyata yang Jarang Dibahas
1. Slide = Ideal Condition
Reality = Pressure & Chaos
Di slide:
- semua berjalan sesuai alur
Di dunia nyata:
- semua berjalan bersamaan
- penuh tekanan
- penuh ketidakpastian
2. Slide = Sequential
Reality = Parallel Chaos
Di slide:
- Incident → Problem → Change
Di lapangan:
- semuanya terjadi bersamaan
- saling tumpang tindih
- sering tanpa koordinasi
3. Slide = Defined Role
Reality = Everyone Jump In
Di slide:
- jelas siapa melakukan apa
Di lapangan:
- semua ikut campur
- tidak ada komando
- tidak ada ownership yang jelas
4. Slide = Controlled Communication
Reality = Noise Everywhere
Di slide:
- komunikasi terstruktur
Di lapangan:
- Telepon
- Meeting dadakan
Semua jalan… tanpa satu sumber kebenaran.
Masalah Sebenarnya
Bukan karena:
- ITIL terlalu kompleks
- tim tidak kompeten
Tapi karena:
organisasi hanya mengadopsi “bentuknya”… bukan “cara kerjanya”
Kenapa Ini Berbahaya?
Karena:
- Direksi merasa semua sudah “by process”
- Tim IT merasa sudah “sesuai framework”
- Tapi operasional sebenarnya tidak terkendali
Ciri-Ciri ITIL yang Hanya Hidup di Slide
- Proses hanya muncul saat audit
- Dokumentasi lengkap, tapi tidak dipakai
- Eskalasi sering lewat jalur informal
- Tidak ada real-time visibility
- Tim lebih mengandalkan “insting” daripada proses
Solusi (Yang Jarang Dilakukan)
1. Ubah dari “Design” ke “Execution”
Bukan hanya:
- mendesain proses
Tapi:
- memastikan proses benar-benar dijalankan
2. Simulasikan Chaos
Jangan hanya:
- training
- workshop
Tapi:
Latih tim dalam kondisi tekanan yang nyata
3. Bangun Single Source of Truth
Semua harus:
- terlihat
- tercatat
- terintegrasi
4. Fokus ke Behaviour, Bukan Dokumentasi
ITIL bukan:
“apa yang ditulis”
Tapi:
apa yang dilakukan saat situasi kritis
ITIL di slide itu sempurna. ITIL di dunia nyata… tergantung seberapa serius Anda menjalankannya.
Framework tidak pernah salah.
Yang sering terjadi:
kita terlalu sibuk membuatnya terlihat benar… tapi tidak pernah benar-benar menggunakannya.
ITIL di slide itu rapi.
Semua jelas. Semua terstruktur.
Tapi begitu masuk ke dunia nyata… semuanya berubah jadi chaos.
Bukan karena framework-nya salah.
Tapi karena kita hanya mengadopsi bentuknya— bukan cara kerjanya.
#DigitalTransformation #Mitratex #MitratexConsulting #IndonesiaTechDigest #ESTIMSoftware #YourCompliancePartner #ITServiceManagement #IncidentManagement #ITOperations #ITLeadership #ITGovernance #DigitalTransformation #OperationalExcellence #ServiceDesk #ITManager #CIO #ContinualImprovement #BusinessContinuity
Ditulis oleh: Dr. Dede Mulyana
Komentar
Tambah komentar…
Belum ada komentar
Jadilah pemberi komentar pertama.
