๐ฃ๐ง ๐ ๐ถ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ ๐๐ผ๐ป๐๐๐น๐๐ฎ๐ป melaksanakan agenda Paparan Laporan Penilaian dan Perkembangan Tingkat Kematangan TI berdasarkan COBIT 2019 di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat perkembangan tingkat kematangan tata kelola TI serta mendukung peningkatan pengelolaan TI secara berkelanjutan.
Mengawali rangkaian Pendampingan Surveillance ISO 20000-1 Tahun 2026, ๐ฃ๐ง ๐ ๐ถ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ ๐๐ผ๐ป๐๐๐น๐๐ฎ๐ป melaksanakan agenda Kick-Off Meeting di Bank Jatim.
Agenda ini menjadi awal penyelarasan ruang lingkup dan tahapan pelaksanaan surveillance untuk mendukung konsistensi penerapan Sistem Manajemen Layanan TI di Bank Jatim.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal.
Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan teknologi dan layanan digital. Bank juga perlu memahami ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ฏ๐ถ๐น๐ถ๐๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐น๐ป๐๐ฎ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ฎ ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ต ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐น๐ ๐ฑ๐ถ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป.
๐๐ ๐๐ (๐๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐น ๐ ๐ฎ๐๐๐ฟ๐ถ๐๐ ๐๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ธ) membantu bank mengukur tingkat kematangan digital secara terstruktur melalui berbagai aspek penting, mulai dari tata kelola, arsitektur, risiko, keamanan siber, teknologi, data, hingga pelindungan konsumen.
Hasil assessment dapat menjadi dasar untuk ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ๐ถ ๐ฝ๐ผ๐๐ถ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ฎ๐ ๐ถ๐ป๐ถ, ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ถ๐ฑ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ณ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ถ ๐ด๐ฎ๐ฝ, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ป๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฟ๐ถ๐ผ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐๐๐ป๐๐ฎ.
Melalui ๐๐ฆ๐๐๐ก๐ง โ ๐๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ, proses DMAB dapat dikelola secara lebih terstruktur dan terintegrasi dalam satu platform.
Ketika Investasi ITSM Tidak Diikuti Perubahan Cara Kerja
Tools Sudah Dibeliโฆ Tapi Cara Kerjanya Masih Sama
Saya sering sekali menemukan kondisi perusahaan yang seperti ini.
Perusahaan sudah memiliki aplikasi Helpdesk untuk ticketing system yang di dalamnya sudah ada fitur service portal sehingga user dapat melaporkan dan membuat tiketnya sendiri.
Aplikasi itupun sudah dibangun dengan workflow, SLA, Formulir yang sudah di pertimbangkan dengan matang.
Kalau dilihat dari sisi teknologi…
seharusnya semuanya sudah siap.
Tapi begitu user mengalami masalah, hal yang selalu dilakukan adalah
๐ฑ Chat WhatsApp ke orang IT yang dikenal.
๐ Telepon langsung.
๐ถ Datang ke meja IT.
โBro, aplikasi saya error. Tolong cek ya.โ
Selesai?
Masalah user yang dilaporkan mungkin selesai dengan cepat.
Tapi ada satu masalah lain yang justru baru dimulai.
Tidak ada tiket!! Tidak ada data!! Tidak ada jejak pekerjaan!!
Pekerjaan Nyataโฆ Tapi di History-nya Tidak Ada
Bayangkan dalam satu bulan tim IT sebenarnya menangani 500 permintaan.
Tapi yang masuk ke system hanya 200.
Apa yang dilihat management?
ya hanya 200 tiket.
Padahal realitas operasionalnya sangat jauh lebih besar.
Akibatnya:
volume pekerjaan terlihat lebih rendah
SLA tidak menggambarkan kondisi sebenarnya
recurring incident sulit dianalisis
beban tim support terlihat ringan
kebutuhan resource menjadi salah untuk dihitung dan direncanakan
Dashboard memang tidak berbohong atau salah.
Dashboard hanya menampilkan…
Tapi data yang ada di dashboard yang tidak sesuai dengan kenyataan.
โKalau pekerjaan terjadi di luar system, bagi data pekerjaan itu seolah tidak pernah terjadi.โ
Dan inilah yang sering membuat management mendapatkan gambaran yang berbeda dengan kondisi di lapangan.
Masalahnya Bukan Selalu di System
Ketika adopsi rendah, reaksi pertama biasanya:
โTools-nya kurang bagus.โ
โFiturnya kurang lengkap.โ
โUser interface-nya kurang nyaman.โ
Mungkin saja.
Tapi tidak selalu.
Kadang masalah sebenarnya jauh lebih sederhana:
cara kerja lama masih dibiarkan hidup.
User masih boleh WhatsApp.
Masih boleh telepon personal.
Masih bisa meminta bantuan langsung tanpa tiket.
Sementara tim IT tetap melayani semuanya.
Lama-lama terbentuk kebiasaan:
โNgapain bikin tiket? Chat saja lebih cepat.โ
Dan ketika kebiasaan itu dibiarkan…
system yang seharusnya menjadi jalur utama akhirnya hanya menjadi tempat administrasi.
โImplementasi system tidak otomatis mengubah cara kerja. Teknologi bisa dipasang dalam hitungan bulan, kebiasaan manusialah yang harus dibangun.โ
Helpdesk Bukan Sekadar Tempat Mencatat Tiket
Ini yang menurut saya sering terlewat.
Ticketing system bukan dibuat hanya supaya:
โSemua request punya nomor tiket.โ
Data di dalamnya seharusnya membantu organisasi melihat:
Berapa banyak pekerjaan yang sebenarnya ditangani
Masalah apa yang terus berulang
Layanan mana yang paling sering terganggu
Berapa besar beban masing-masing tim
Masalah mana yang perbaikannya harus diprioritaskan
Dari sekadar tiket…
sebenarnya perusahaan sedang membangun sumber data untuk pengambilan keputusan.
Kalau sebagian besar pekerjaan dilakukan di luar system…
nilai itu ikut hilang.
Bukan Berarti WhatsApp Harus Dilarang
WhatsApp, telepon, atau komunikasi langsung tetap bisa berguna.
Terutama dalam kondisi urgent.
Masalahnya bukan pada channel komunikasinya.
Masalah muncul ketika:
percakapan berhenti di channel tersebut dan tidak pernah menjadi record resmi.
User boleh menghubungi IT.
Tetapi pekerjaan tetap harus tercatat.
Karena organisasi membutuhkan single source of truth untuk memahami kondisi layanan IT yang sebenarnya.
โYang perlu disatukan bukan cara orang berkomunikasi, tetapi jejak pekerjaannya.โ
Good System Saja Tidak Cukup
Pada akhirnya keberhasilan implementasi ITSM tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak fitur yang tersedia.
Ada tiga hal yang harus berjalan bersama:
Good System
System mudah digunakan dan mendukung kebutuhan operasional.
Good Process
Ada jalur yang jelas bagaimana request dan incident harus ditangani.
Good Adoption
User dan tim IT disiplin menjalankan proses tersebut.
Karena system yang bagus tanpa adoption…
akhirnya hanya menjadi aplikasi mahal yang jarang digunakan.
Jadi, Coba Lihat Kondisi di Perusahaan Anda
Ketika user mengalami masalah hari ini…
ke mana mereka pergi?
Service Portal?
Helpdesk?
WhatsApp?
Telepon?
Atau langsung mencari โorang IT yang biasa membantuโ?
Kalau jawabannya masih didominasi jalur informal…
mungkin tantangan berikutnya bukan membeli tools baru.
Tetapi memastikan tools yang sudah ada benar-benar menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.
โTransformasi digital bukan terjadi ketika system mulai digunakan. Transformasi terjadi ketika cara kerja lama mulai ditinggalkan.โ
Good System + Good Process + Good Adoption = Better Service.
Transformasi digital perbankan bukan hanya tentang menghadirkan aplikasi, layanan digital, atau teknologi terbaru. Bank juga perlu memahami ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐น๐ป๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ฎ๐ ๐ถ๐ป๐ถ.
๐๐ ๐๐ (๐๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐น ๐ ๐ฎ๐๐๐ฟ๐ถ๐๐ ๐๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ธ) merupakan penilaian untuk menentukan, menilai, dan mengevaluasi tingkat digitalisasi bank. Penilaiannya mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola, arsitektur, manajemen risiko, keamanan siber, teknologi, data, kolaborasi, hingga pelindungan konsumen.
Melalui ๐๐ฆ๐๐๐ก๐ง โ ๐๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ, proses DMAB dapat dikelola secara lebih terstruktur dan terintegrasi, sehingga progress dan hasil assessment lebih mudah dipantau.
๐ Kelola proses DMAB bersama ASCENT ๐ Kunjungi ๐ต๐๐๐ฝ๐://๐ฎ๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐-๐ฐ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ.๐ฐ๐ผ.๐ถ๐ฑ/๐ฎ๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐-๐๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ฐ๐ฒ๐/๐ฑ๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐น-๐บ๐ฎ๐๐๐ฟ๐ถ๐๐-๐ฎ๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐-๐ผ๐ณ-๐ฏ๐ฎ๐ป๐ธ-๐ฑ๐บ๐ฎ๐ฏ/
Bulan ini, ๐ฃ๐ง. ๐ ๐ถ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ ๐๐ผ๐ป๐๐๐น๐๐ฎ๐ป mengusung tema “๐๐ฒ๐ป๐ถ๐บ & ๐ฆ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฒ๐ ๐๐ฎ๐”. Perpaduan denim dan shades membuat suasana Costume Day kali ini tampil lebih casual dan stylish. ๐
Terima kasih untuk semangat, kebersamaan, dan energi positif yang selalu hadir di setiap Costume Day.
PT. Mitratex Konsultan mendampingi agenda Sosialisasi Katalog Layanan dan Service Level Agreement (SLA) Teknologi Informasi di Ditjen AHU, khususnya dalam sosialisasi pemanfaatan ESTIM Software.
Kegiatan ini mendukung pengelolaan layanan TI yang lebih terstruktur, terukur, dan terintegrasi.
Selamat & Sukses kepada ๐ฃ๐ง ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐ก๐๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐๐ (๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ฟ๐ผ) ๐
Atas diraihnya ๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ณ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฆ๐ข/๐๐๐ ๐ฎ๐ณ๐ฌ๐ฌ๐ญ:๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฎ sebagai wujud komitmen dalam memperkuat pengelolaan dan keamanan informasi.
๐ฃ๐ง ๐ ๐ถ๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ ๐๐ผ๐ป๐๐๐น๐๐ฎ๐ป turut bangga dapat mendampingi proses menuju pencapaian ini. Semoga implementasi keamanan informasi terus berkembang dan memberikan nilai bagi perusahaan.
Kenali kondisi dan tingkat kesiapan keamanan perusahaan melalui ๐๐๐๐ฒ๐๐๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฟ (๐๐ฆ๐๐๐ก๐ง) dengan pilihan assessment: